Membentuk Generasi Cerdas, Sholeh, Muslih Waj'alna Lil Muttaqina Imama

 Wasiat Pelepasan ananda Hanin dan Adel ke Maroko

Wasiat Pelepasan ananda Hanin dan Adel ke Maroko

Bandung Barat - Ar-Risalah Cisarua

 

:(أما بعد)

 

.فَيَا أَبْنَائِي وَطُلَّابَنَا الأَحِبَّةَ، يَا مَنْ أَلِفْنَاكُمْ فِي أَرْجَاءِ هٰذَا المَعْهَدِ، وَشَاهَدْنَا خُطَاكُمْ فِي طُرُقِ العِلْمِ، وَرَأَيْنَا أَيَّامَكُمْ تَمْضِي بَيْنَ كِتَابٍ وَمَجْلِسِ عِلْمٍ، وَسَجْدَةٍ وَدُعَاءٍ

 

.هَا أَنْتُمْ اليَوْمَ تَسْتَعِدُّونَ لِرِحْلَةٍ جَدِيدَةٍ، وَتَفْتَحُونَ صَفْحَةً أُخْرَى مِنْ رِحْلَةِ العِلْمِ؛ فَتُوَدِّعُونَ مَكَانًا أَلِفْتُمُوهُ، لَا لِتَقْطَعُوا صِلَةً، وَلَا لِتَنْسَوْا مَنْ رَبَّاكُمْ وَعَلَّمَكُمْ، بَلْ لِتُوَاصِلُوا مَسِيرَتَكُمْ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ وَتُكْمِلُوا رِحْلَتَكُمُ التَّعْلِيمِيَّةَ

 

.يَا بُنَيَّ، قَدْ آنَ لِلْجَسَدِ أَنْ يَرْحَلَ، وَلَكِنْ لَا تَرْحَلْ عَنِ الْأَدَبِ، وَلَا عَنِ الْقُرْآنِ، وَلَا عَنْ ذِكْرِ اللهِ، وَلَا عَنْ مَحَبَّةِ مَشَايِخِكَ

 

اذْهَبْ إِلَى بِلَادٍ أُخْرَى، وَلَا تَدَعْ قَلْبَكَ يَغْتَرِبُ عَنِ اللهِ.
.وَاطْلُبِ الْعِلْمَ حَيْثُ وَجَدْتَهُ، وَخُذْ عَنْ أَهْلِهِ بِالتَّوَاضُعِ، وَإِذَا رَأَيْتَ عَالِمًا فَانْظُرْ إِلَى أَخْلَاقِهِ قَبْلَ كَلَامِهِ، وَإِلَى عُبُودِيَّتِهِ قَبْلَ عِلْمِهِ

 

.وَاذْكُرْ أَنَّنَا لَا نُرِيدُ مِنْكَ أَنْ تَرْجِعَ إِلَيْنَا بِكَثْرَةِ الْكُتُبِ، بَلْ نُرِيدُكَ أَنْ تَرْجِعَ بِقَلْبٍ أَطْهَرَ، وَعِلْمٍ أَنْفَعَ، وَخُلُقٍ أَجْمَلَ، وَهَمٍّ أَكْبَرَ لِخِدْمَةِ دِينِ اللهِ

 

:اليَوْمَ جَمَعْنَا لَكَ مُعَلِّمِيكَ، وَأَهْلَكَ، وَأَحِبَّتَكَ، وَأَصْحَابَكَ؛ لِنَغْرِسَ فِي قَلْبِكَ ذِكْرَى لَا تَبْلَى مَعَ الأَيَّامِ، وَلِنَقُولَ لَكَ

 

.مَهْمَا بَعُدَتْ بِكَ الطُّرُقُ، وَمَهْمَا تَنَاءَتِ البِلَادُ، وَمَهْمَا أَخَذَتْكَ الأَيَّامُ فِي مَرَاحِلِهَا؛ فَاعْلَمْ أَنَّ هُنَا قُلُوبًا تُحِبُّكَ، وَأَرْوَاحًا تَدْعُو لَكَ، وَأَعْيُنًا تَنْتَظِرُ عَوْدَتَكَ، وَقُلُوبًا تَتَرَقَّبُ نَجَاحَكَ وَفَرَحَكَ

 

فَاذْهَبْ، يَا بُنَيَّ، وَقَلْبُكَ مُطْمَئِنٌّ؛ فَلَسْتَ وَحْدَكَ فِي هٰذَا الطَّرِيقِ.
.سَنَبْقَى هُنَا، نَحْمِلُ اسْمَكَ فِي دُعَائِنَا، وَنَذْكُرُكَ فِي سَجَدَاتِنَا، وَنَنْتَظِرُ يَوْمًا تَعُودُ فِيهِ إِلَيْنَا، لَا بِقَدْرِ مَا حَمَلْتَ مِنْ شَهَادَاتٍ، بَلْ بِقَدْرِ مَا حَمَلْتَ مِنْ عِلْمٍ وَنُورٍ وَأَدَبٍ وَبَرَكَةٍ

 

.فَإِنْ بَعُدَتْ عَنَّا خُطَاكَ، فَلَا تُبَاعِدْ عَنَّا قَلْبَكَ؛ فَإِنَّ المَسَافَاتِ تُبَاعِدُ الأَبْدَانَ، وَلَا تُبَاعِدُ القُلُوبَ الَّتِي جَمَعَهَا الحُبُّ فِي اللهِ

 

.اذْهَبْ، وَاللهُ يَحْفَظُكَ، وَيَفْتَحُ لَكَ أَبْوَابَ العِلْمِ وَالفَتْحِ وَالقَبُولِ، وَيَرُدُّكَ إِلَيْنَا يَوْمًا وَقَدْ أَصْبَحْتَ مِنْ أَهْلِ العِلْمِ وَالخَيْرِ، تَحْمِلُ مَا تَعَلَّمْتَهُ، وَتَنْشُرُ مَا حَمَلْتَهُ، وَتَكُونُ نَفْعًا لِلنَّاسِ وَخِدْمَةً لِدِينِ اللهِ

 

.وَاذْكُرْ دَائِمًا: لَكَ فِي هٰذَا المَكَانِ قُلُوبٌ تُحِبُّكَ، وَدُعَاءٌ لَا يَنْقَطِعُ، وَبَيْتٌ يَنْتَظِرُ عَوْدَتَكَ


Amma ba‘du:

 

Wahai anak-anakku, para santri yang kami cintai. Wahai kalian yang telah begitu akrab dengan kami di sudut-sudut tempat ini, yang langkah-langkahnya telah kami saksikan menapaki jalan ilmu; yang hari-harinya telah kami lihat berlalu di antara lembaran kitab, majelis-majelis ilmu, sujud, dan untaian doa.

 

Hari ini, kalian bersiap membuka perjalanan baru, menorehkan lembaran berikutnya dalam perjalanan panjang menuntut ilmu. Kalian akan meninggalkan tempat yang selama ini telah begitu akrab dengan kalian. Namun kepergian ini bukanlah untuk memutus tali yang telah terjalin, bukan pula untuk melupakan mereka yang telah mendidik dan mengajarkan kalian, namun untuk melanjutkan perjalanan kalian dalam menuntut ilmu dan menyempurnakan pendidikan kalian.

 

Wahai anakku, telah tiba saatnya jasadmu pergi, tetapi jangan pernah engkau meninggalkan adab, Al-Qur’an, dzikir kepada Allah, dan kecintaan kepada para gurumu.

 

Pergilah ke negeri lain, tetapi jangan biarkan hatimu menjadi asing dari Allah.
Carilah ilmu di mana pun engkau menemukannya. Ambillah dari ahlinya dengan tawadhu. Jika engkau bertemu seorang alim, lihatlah akhlaknya sebelum perkataannya, dan lihatlah pengabdiannya kepada Allah sebelum banyaknya ilmunya.

 

Dan ingatlah: kami tidak menginginkan engkau kembali kepada kami hanya dengan membawa banyak kitab. Kami ingin engkau kembali dengan hati yang lebih bersih, ilmu yang lebih bermanfaat, akhlak yang lebih indah, dan cita-cita yang lebih besar untuk mengabdi kepada agama Allah.”

 

Hari ini kami sengaja mengumpulkan para gurumu, keluargamu, orang-orang yang mencintaimu, dan sahabat-sahabatmu; agar kami menanamkan dalam hatimu sebuah kenangan yang tidak akan pernah pudar oleh berlalunya hari-hari. Dan agar kami mengatakan kepadamu:

 

Sejauh apa pun jalan yang akan membawamu pergi, sejauh apa pun negeri yang akan menjadi tempatmu berada, dan sepanjang apa pun perjalanan hari-hari yang akan engkau lalui, ketahuilah bahwa di sini ada hati-hati yang mencintaimu, jiwa-jiwa yang selalu mendoakanmu, mata-mata yang menantikan kepulanganmu, dan hati-hati yang menunggu keberhasilan serta kebahagiaanmu.

 

Maka pergilah, wahai anakku, dengan hati yang tenang; karena engkau tidak sendirian dalam perjalanan ini.
Kami akan tetap di sini. Kami akan menyebut namamu dalam doa-doa kami, mengingatmu dalam sujud-sujud kami, dan menantikan hari ketika engkau kembali kepada kami. Bukan semata-mata dengan membawa banyak ijazah, tetapi dengan membawa ilmu, cahaya, adab, dan keberkahan yang telah engkau peroleh.

 

Jika langkahmu harus semakin jauh dari kami, jangan biarkan hatimu ikut menjauh. Karena jarak hanya mampu memisahkan jasad, tetapi tidak akan mampu memisahkan hati yang telah dipersatukan oleh cinta karena Allah.

 

Pergilah. Semoga Allah menjagamu, membukakan untukmu pintu-pintu ilmu, futuh, dan penerimaan. Semoga suatu hari Dia mengembalikanmu kepada kami dalam keadaan telah menjadi bagian dari ahli ilmu dan kebaikan; membawa ilmu yang telah engkau pelajari, menyebarkan apa yang telah engkau dapatkan, menjadi manfaat bagi manusia, dan menjadi pelayan bagi agama Allah.

 

Dan ingatlah selalu:
Di tempat ini ada hati-hati yang mencintaimu, doa yang tidak pernah terputus, dan sebuah rumah yang selalu menantikan kepulanganmu.”

 

(Ahad, 06 Sepember 2026, Masjid Al-Habibul Musthafa, Pondok Pesantren Ar-Risalah, Bandung Barat)

Nasihat Abah Yai, Dr. KH. Mohammad Rofiqul A'la, Lc., MA.


Share :


Jazakalloh Khoir Telah Menjadi Bagian Jaringan Penyebar Media ARRISALAH.ID