Bandung Barat - Ar-Risalah Cisarua
وَصِيَّةٌ إِلَى أَبْنَائِنَا السَّالِكِينَ إِلَى الْأَزْهَرِ الشَّرِيفِ
. . . . يَا أَبْنَائِي وَأَحِبَّتِي
.أَنْتُمْ الْيَوْمَ لَا تَرْحَلُونَ إِلَى بَلَدٍ غَرِيبٍ فَقَطْ، بَلْ تَرْحَلُونَ إِلَى أَرْضٍ تَنَفَّسَتْ فِيهَا أَنْفَاسُ الْأَنْبِيَاءِ، وَمَشَى عَلَى تُرَابِهَا أَئِمَّةُ الْعِلْمِ، وَتَعَاقَبَتْ فِي مَسَاجِدِهَا وَمَعَاهِدِهَا أَجْيَالُ الْعُلَمَاءِ وَالصَّالِحِينَ
. . . إِنَّهَا مِصْرُ
،أَرْضُ يُوسُفَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، وَأَرْضُ الْكِنَانَةِ
.وَأَرْضٌ أَقَامَ فِيهَا الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ، وَأَلَّفَ فِيهَا مِنْ عِلْمِهِ مَا بَقِيَ نُورًا لِلْأُمَّةِ. وَأَرْضٌ أَقَامَ فِيهَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، إِمَامُ أَهْلِ مِصْرَ، الَّذِي كَانَ عِلْمُهُ وَاسِعًا وَقَلْبُهُ كَرِيمًا
.ثُمَّ إِذَا دَخَلْتُمْ أَرْوِقَةَ الْأَزْهَرِ، فَاذْكُرُوا أَنَّكُمْ تَجْلِسُونَ فِي مَكَانٍ مَرَّتْ بِهِ أَجْيَالٌ مِنْ أَئِمَّةِ الْعِلْمِ، وَمِنْهُمْ: الشَّيْخُ حَسَنٌ الْعَطَّارُ، وَالشَّيْخُ إِبْرَاهِيمُ الْبَاجُورِيُّ، وَالشَّيْخُ عَبْدُ اللَّهِ الشَّرْقَاوِيُّ،وَالشَّيْخُ مُحَمَّدٌ عَلَيْشٌ، وَالشَّيْخُ مُحَمَّدٌ الْمَرَاغِيُّ، وَالشَّيْخُ عَبْدُ الْحَلِيمِ مَحْمُودٌ رَحِمَهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا
.فَإِذَا جَلَسْتُمْ فِي مَجْلِسِ عَالِمٍ مِنْ عُلَمَاءِ الْأَزْهَرِ، فَتَذَكَّرُوا أَنَّكُمْ تَجْلِسُونَ فِي ظِلِّ تَرَاثٍ طَوِيلٍ مِنَ الْعِلْمِ وَالْأَدَبِ. وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى الْعَالِمِ بِعَيْنِ النَّاقِدِ قَبْلَ أَنْ تَنْظُرُوا إِلَيْهِ بِعَيْنِ الطَّالِبِ. فَالْعِلْمُ لَيْسَ فِي كَثْرَةِ مَا تَعْرِفُ، بَلْ فِي قَدْرِ مَا يُقَرِّبُكَ مِمَّنْ تَعْرِفُ
.فَالْزَمُوا أَدَبَ الْأَزْهَرِ قَبْلَ عِلْمِ الْأَزْهَرِ، وَتَعَلَّمُوا كَيْفَ تَجْلِسُونَ مَعَ الْعُلَمَاءِ قَبْلَ أَنْ تَتَعَلَّمُوا كَيْفَ تُجَادِلُونَ فِي الْمَسَائِلِ
.احْفَظُوا صَلَاتَكُمْ، وَوِرْدَكُمْ، وَقِرَاءَةَ الْقُرْآنِ، وَالصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ، وَصِلَتَكُمْ بِأَهْلِكُمْ، وَدُعَاءَ وَالِدَيْكُمْ
.لَا تَجْعَلُوا السَّفَرَ يَقْطَعُكُمْ عَنِ اللَّهِ، وَلَا تَجْعَلُوا الْعِلْمَ يَقْطَعُكُمْ عَنِ الْقُرْآنِ، وَلَا تَجْعَلُوا الْأَزْهَرَ يَقْطَعُكُمْ عَنْ بُيُوتِكُمْ وَمَشَايِخِكُمْ وَمَنْ رَبَّاكُمْ
.وَاذْكُرُوا أَنَّكُمْ لَمْ تَخْرُجُوا مِنْ بَلَدِكُمْ لِتَكُونُوا أَكْثَرَ عِلْمًا مِنَ النَّاسِ، بَلْ خَرَجْتُمْ لِتَكُونُوا أَكْثَرَ نَفْعًا لِلنَّاسِ
.إِنَّ أَكْبَرَ خَوْفِي عَلَيْكُمْ لَيْسَ أَنْ تَفْشَلُوا فِي الِامْتِحَانِ، بَلْ أَنْ تَنْجَحُوا فِي الِامْتِحَانِ وَتَفْشَلُوا فِي الِابْتِلَاءِ
.لَا أُرِيدُكُمْ أَنْ تَعُودُوا بِشَهَادَةِ الْأَزْهَرِ فَقَطْ، بَلْ أُرِيدُ أَنْ تَعُودُوا بِـ رُوحِ الْأَزْهَرِ: رُوحِ الْعِلْمِ، وَرُوحِ الْأَدَبِ، وَرُوحِ الْوَسَطِيَّةِ، وَرُوحِ الرَّحْمَةِ، وَرُوحِ خِدْمَةِ الْإِنْسَانِ
.وَإِيَّاكُمْ أَنْ يَكْبُرَ اسْمُكُمْ وَيَصْغُرَ قَلْبُكُمْ
.فَإِنَّ الْعَالِمَ لَيْسَ مَنْ كَثُرَتْ مَعْلُومَاتُهُ، بَلْ مَنْ زَادَتْ مَعَ مَعْلُومَاتِهِ خَشْيَتُهُ، وَتَوَاضُعُهُ، وَرَحْمَتُهُ
.لَا تَجْعَلُوا الْعِلْمَ سُلَّمًا لِلدُّنْيَا، بَلِ اجْعَلُوا الْعِلْمَ جِسْرًا إِلَى اللَّهِ
،وَلَا تَجْعَلُوا الْأَزْهَرَ نِهَايَةَ الطَّرِيقِ، بَلْ اجْعَلُوهُ مَحَطَّةً تَتَعَلَّمُونَ فِيهَا كَيْفَ تَسِيرُونَ إِلَى اللَّهِ. وَلَا تَجْعَلُوا شَهَادَاتِكُمْ أَعْلَى مِنْ قُلُوبِكُمْ
.وَلَا أَسْمَاءَكُمْ أَكْبَرَ مِنْ أَدَبِكُمْ
.اللَّهُمَّ إِنَّا اسْتَوْدَعْنَاكَ أَبْنَاءَنَا، فَاحْفَظْهُمْ بِعَيْنِ عِنَايَتِكَ، وَأَحِطْهُمْ بِلُطْفِكَ، وَافْتَحْ عَلَيْهِمْ فُتُوحَ الْعَارِفِينَ، وَارْزُقْهُمْ عِلْمًا نَافِعًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَأَدَبًا رَبَّانِيًّا
.اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مِصْرَ، وَفِي الْأَزْهَرِ، وَفِي عُلَمَائِهِ وَمَشَايِخِهِ، وَاجْعَلْ لَهُمْ مِنْ بَرَكَةِ الشَّافِعِيِّ، وَاللَّيْثِ، وَعُلَمَاءِ الْأَزْهَرِ، وَالصَّالِحِينَ مِنْ أَهْلِ مِصْرَ، نَصِيبًا مِنَ الْعِلْمِ وَالْأَدَبِ وَالْحِكْمَةِ
.اللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْهِمْ فُتُوحَ الْعَارِفِينَ، وَارْزُقْهُمْ فَهْمَ الْعُلَمَاءِ، وَأَدَبَ الصَّالِحِينَ، وَإِخْلَاصَ الْمُخْلِصِينَ
.اللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ حَلْقَةً فِي سِلْسِلَةِ الْعِلْمِ الَّتِي امْتَدَّتْ مِنْ مَجَالِسِ الْأَنْبِيَاءِ، إِلَى الصَّحَابَةِ، إِلَى الْأَئِمَّةِ، إِلَى عُلَمَاءِ الْأَزْهَرِ، حَتَّى تَصِلَ إِلَى أَبْنَائِنَا وَمِنْهُمْ إِلَى أَجْيَالٍ بَعْدَهُمْ
.اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ رِحْلَتَهُمْ إِلَى مِصْرَ رِحْلَةً فِي الْمَكَانِ فَقَطْ، بَلْ اجْعَلْهَا رِحْلَةً مِنَ الْجَهْلِ إِلَى الْعِلْمِ، وَمِنَ الْعِلْمِ إِلَى الْعَمَلِ، وَمِنَ الْعَمَلِ إِلَى الْإِخْلَاصِ، وَمِنَ الْإِخْلَاصِ إِلَيْكَ
.اللَّهُمَّ رُدَّهُمْ إِلَيْنَا يَوْمًا، وَقَدْ حَمَلُوا مِنْ نُورِ الْأَزْهَرِ مَا يُنِيرُ بِهِ اللَّهُ أَرْضَ إِنْدُونِيسِيَا
وَفِي الْخِتَامِ أَقُولُ لَكُمْ:
. . . اذْهَبُوا يَا أَبْنَائِي
.اذْهَبُوا إِلَى مِصْرَ بِأَقْدَامِ طُلَّابِ الْعِلْمِ، وَإِلَى الْأَزْهَرِ بِأَدَبِ السَّالِكِينَ، وَإِلَى مَجَالِسِ الْعُلَمَاءِ بِقُلُوبِ الْمُحِبِّينَ، وَإِلَى اللَّهِ بِأَرْوَاحٍ تَرْجُو قُرْبَهُ
,فَقَدْ أَوْدَعْنَاكُمُ اللَّهَ، وَمَنْ أَوْدَعَ شَيْئًا عِنْدَ اللَّهِ
.فَلَا يَضِيعُ
.اذْهَبُوا، وَسَيَبْقَى دُعَاؤُنَا مَعَكُمْ. وَاذْهَبُوا، وَسَيَبْقَى حُبُّنَا يَسْبِقُكُمْ
.وَاذْهَبُوا، وَإِذَا عُدْتُمْ، فَاجْعَلُوا عَوْدَتَكُمْ عَوْدَةَ نُورٍ إِلَى هَذَا الْوَطَنِ
.فَأَنْتُمْ لَسْتُمْ ذَاهِبِينَ لِتَكُونُوا أَزْهَرِيِّينَ فَقَطْ؛ بَلْ ذَاهِبُونَ لِتَكُونُوا عُلَمَاءَ رَبَّانِيِّينَ، يَحْمِلُونَ نُورَ الْأَزْهَرِ مِنْ مِصْرَ إِلَى إِنْدُونِيسِيَا
.سِيرُوا عَلَى بَرَكَةِ اللَّهِ، وَفِي حِفْظِ اللَّهِ، وَإِلَى أَمَانَةِ الْعِلْمِ
,وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ تَرْحَلُونَ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ تَطْلُبُونَ الْعِلْمَ
.وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ تَعُودُونَ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ تَقِفُونَ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ، وَقَدْ جَعَلَكُمُ الْعِلْمُ أَقْرَبَ إِلَيْهِ وَأَنْفَعَ لِعِبَادِهِ. وَاللَّهُ مَعَكُمْ حَيْثُمَا كُنْتُمْ
Wasiat Kepada Putra-putra Kami Yang Menempuh Jalan Ilmu Ke Al-Azhar Al-Syarif
Wahai putra-putriku dan orang-orang yang kami cintai…
Hari ini kalian tidak sekadar meninggalkan negeri kalian menuju sebuah negeri yang asing. Kalian sedang melakukan perjalanan menuju sebuah tanah yang pernah menghirup napas para nabi, yang tanahnya pernah diinjak oleh para imam dan ulama, dan yang masjid-masjid serta lembaga-lembaga ilmunya telah menjadi tempat bernaungnya generasi demi generasi para ulama dan orang-orang saleh.
Itulah Mesir…
Tanah Nabi Yusuf ‘alaihis salam, tanah Kan’an, dan tanah yang pernah menjadi tempat Imam al-Syafi‘i rahimahullah menetap, serta tempat beliau menorehkan sebagian warisan ilmunya yang hingga kini tetap menjadi cahaya bagi umat.
Ia juga tanah tempat al-Laits bin Sa‘d, imamnya para ulama Mesir, pernah mengabdikan hidupnya; seorang imam yang luas ilmunya dan begitu mulia hatinya.
Kemudian, ketika kalian memasuki lorong-lorong dan serambi Al-Azhar, ingatlah bahwa kalian sedang duduk di tempat yang telah dilalui oleh generasi demi generasi para imam dan ulama. Di antara mereka adalah Syekh Hasan al-‘Attar, Syekh Ibrahim al-Bajuri, Syekh Abdullah al-Syarqawi, Syekh Muhammad ‘Ulaisy, Syekh Muhammad al-Maraghi, dan Syekh Abdul Halim Mahmud—semoga Allah merahmati mereka semua.
Maka, ketika kalian duduk di majelis seorang ulama Al-Azhar, ingatlah bahwa kalian sedang berada dalam naungan warisan panjang ilmu dan adab.
Jangan memandang seorang ulama dengan mata seorang pengkritik sebelum kalian memandangnya dengan mata seorang penuntut ilmu. Sebab, ilmu bukanlah tentang seberapa banyak yang kalian ketahui, tetapi tentang sejauh mana apa yang kalian ketahui mampu mendekatkan kalian kepada Zat yang kalian kenal.
Maka, pegang teguhlah adab Al-Azhar sebelum ilmu Al-Azhar. Pelajarilah bagaimana kalian duduk dan bergaul bersama para ulama sebelum kalian belajar bagaimana berdebat dalam berbagai persoalan.
Jagalah salat kalian, wirid kalian, bacaan Al-Qur’an kalian, shalawat kepada Nabi ﷺ, hubungan kalian dengan keluarga, dan doa kedua orang tua kalian.
Jangan biarkan perjalanan menjauhkan kalian dari Allah.
Jangan biarkan ilmu menjauhkan kalian dari Al-Qur’an.
Dan jangan biarkan Al-Azhar menjauhkan kalian dari rumah, dari para guru, dan dari orang-orang yang dahulu mendidik serta membesarkan kalian.
Ingatlah, kalian meninggalkan negeri kalian bukan agar menjadi orang yang lebih banyak ilmunya daripada orang lain, tetapi agar menjadi orang yang lebih banyak manfaatnya bagi orang lain.
Ketakutan terbesar yang ada dalam hati kami bukanlah jika kalian gagal dalam ujian. Akan tetapi, kami lebih takut jika kalian berhasil dalam ujian, namun gagal dalam ujian kehidupan.
Kami tidak ingin kalian pulang hanya membawa ijazah Al-Azhar. Kami ingin kalian pulang membawa ruh Al-Azhar:
ruh ilmu, ruh adab, ruh moderasi, ruh kasih sayang, dan ruh pengabdian kepada manusia.
Jangan sampai nama kalian semakin besar, sementara hati kalian semakin kecil.
Sebab, seorang alim bukanlah orang yang sekadar memiliki banyak pengetahuan.
Seorang alim adalah orang yang setiap kali ilmunya bertambah, bertambah pula rasa takutnya kepada Allah, kerendahan hatinya, dan kasih sayangnya kepada sesama.
Jangan jadikan ilmu sebagai tangga untuk mencapai dunia. Jadikanlah ilmu sebagai jembatan menuju Allah.
Jangan jadikan Al-Azhar sebagai akhir perjalanan. Jadikanlah ia sebuah persinggahan tempat kalian belajar bagaimana berjalan menuju Allah.
Jangan biarkan ijazah kalian lebih tinggi daripada hati kalian.
Dan jangan biarkan nama kalian lebih besar daripada adab kalian.
───
Ya Allah, sesungguhnya kepada-Mu kami titipkan putra-putra kami.
Maka jagalah mereka dengan pandangan penjagaan-Mu, lindungilah mereka dengan kelembutan-Mu, bukakanlah bagi mereka pintu-pintu pemahaman sebagaimana Engkau membukakannya bagi para ‘arifin, dan anugerahkanlah kepada mereka ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, amal yang saleh, serta adab yang bersumber dari ketuhanan.
Ya Allah, berkahilah mereka di Mesir, di Al-Azhar, pada para ulama dan guru-gurunya.
Anugerahkanlah kepada mereka bagian dari keberkahan Imam al-Syafi‘i, al-Laits bin Sa‘d, para ulama Al-Azhar, dan orang-orang saleh di bumi Mesir; berupa ilmu, adab, dan hikmah.
Ya Allah, bukakanlah bagi mereka pintu-pintu futuh sebagaimana yang Engkau bukakan bagi para ‘arifin.
Anugerahkanlah kepada mereka pemahaman para ulama, adab orang-orang saleh, dan keikhlasan orang-orang yang benar-benar ikhlas.
Ya Allah, jadikanlah mereka mata rantai dalam silsilah ilmu yang telah terbentang dari majelis para nabi, kemudian kepada para sahabat, lalu kepada para imam, kemudian kepada para ulama Al-Azhar, hingga akhirnya sampai kepada putra-putra kami dan dari mereka mengalir kepada generasi-generasi setelahnya.
Ya Allah, jangan Engkau jadikan perjalanan mereka menuju Mesir sekadar perjalanan menempuh jarak dan berpindah tempat.
Jadikanlah ia perjalanan dari kebodohan menuju ilmu, dari ilmu menuju amal, dari amal menuju keikhlasan, dan dari keikhlasan menuju kepada-Mu.
Ya Allah, pulangkanlah mereka kepada kami suatu hari nanti, dalam keadaan telah membawa cahaya Al-Azhar yang dengannya Engkau menerangi bumi Indonesia.
───
Dan sebagai penutup, aku berpesan kepada kalian:
Pergilah, wahai putra-putraku…
Pergilah menuju Mesir dengan langkah para penuntut ilmu.
Menujulah ke Al-Azhar dengan adab para salik.
Hadirilah majelis-majelis para ulama dengan hati orang-orang yang mencintai.
Dan berjalanlah menuju Allah dengan jiwa-jiwa yang senantiasa merindukan kedekatan dengan-Nya.
Kami telah menitipkan kalian kepada Allah.
Dan barang siapa menitipkan sesuatu kepada Allah, maka ia tidak akan pernah disia-siakan.
Pergilah…
Doa kami akan tetap menyertai kalian.
Pergilah…
Cinta kami akan selalu mendahului langkah kalian.
Dan pergilah…
Ketika suatu hari kalian kembali, jadikanlah kepulangan kalian sebagai kepulangan cahaya bagi negeri ini.
Sebab kalian bukan sekadar pergi untuk menjadi orang-orang Al-Azhar.
Kalian pergi untuk menjadi ulama yang rabbani, yang membawa cahaya Al-Azhar dari Mesir menuju Indonesia.
Berjalanlah dengan keberkahan Allah.
Berjalanlah dalam penjagaan Allah.
Dan berjalanlah dengan membawa amanah ilmu.
Semoga keselamatan menyertai kalian pada hari kalian berangkat.
Semoga keselamatan menyertai kalian pada hari kalian menuntut ilmu.
Semoga keselamatan menyertai kalian pada hari kalian kembali.
Dan semoga keselamatan menyertai kalian pada hari kalian berdiri di hadapan Allah—dalam keadaan ilmu telah menjadikan kalian semakin dekat kepada-Nya dan semakin bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya.
Dan Allah senantiasa bersama kalian, di mana pun kalian berada.
(Selasa, 8 September 2026, Masjid Al-Habibul Musthafa, Pondok Pesantren Ar-Risalah, Kp. Sukamaju, Ds. Pasirhalang, Kec. Cisarua, Kab. Bandung Barat).
Nasihat Abah Yai, Dr. KH. Mohammad Rofiqul A'la, Lc., MA.***