Membentuk Generasi Cerdas, Sholeh, Muslih Waj'alna Lil Muttaqina Imama

 Para Kyai Nahdlatul Ulama yang Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Para Kyai Nahdlatul Ulama yang Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Bandung Barat- Ar-Risalah Cisarua

 

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi terbesar di Indonesia. NU lahir pada tanggal 31 Januari 1926.

Sebelum atau sesudah didirikannya NU, para Ulama NU mengajarkan kepada para santri dan masyarakatnya agar mencintai tanah air.  Karena bagi mereka mencintai tanah air itu bagian dari pada Iman. Hubbul Wathon Minal Iman. 

 

Tercatat dalam sejarah perjuangan para Ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan Bangsa Indonesia. Sehingga, pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional bagi mereka para Ulama yang telah berjasa besar terhadap bangsa Indonesia. 

 

Ada beberapa Ulama yang menjadi pahlawan nasional, diantaranya:

1. Hadratusyeikh KH Hasyim Asy'ari

 

KH Hasyim Asy'ari merupakan Pendiri Nahdlatul Ulama dan pendiri dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, juga sebagai tokoh yang menggagas pendirian Tentara Sukarela Muslimin di Jawa yang bernama Hizbullah.

KH Hasyim Asyari ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 17 November 1964.

 

2. KH Abdul Wahab Chasbullah

 

Merupakan Kyai pendiri dan penggerak Jam'iyyah NU. Ia berjuang melawan penjajah bersama para santri. Ia menjadi Komandan Barisan Kiai, berjuang melawan Penjajah pada tahun 1926-1949. Kiai yang merupakan Anggota Konstituante RI, Anggota DPA RI, dan Komandan melawan PKI 1965 ini mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional RI pada bulan November 2014.


3. KH Abdul Wahid Hasyim

 

Merupakan putra Hadratussyekh KH Hasyim As’yari dan ayah dari presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Berjuang melawan penjajah, Anggota BPUPKI Perumus Pancasila, dan Menteri Agama RI pertama. 

KH Abdul Wahid Hasyim ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 17 November 1960. 

 

4. KH Zainal Musthafa

 

Sosok KH Zainal Musthafa merupakan tokoh NU dari Tasikmalaya, Jawa Barat dan pernah menjadi salah seorang Wakil Rais Syuriyah.

KH Zainal Musthafa merupakan kyai yang secara terang-terangan melawan para penjajah Belanda. Bersama para santrinya mengadakan perang dengan Jepang. Dan atas jasanya dianugerahi sebagai pahlawan nasional pada November tahun 1972.

 

5. KH Zainul Arifin

 

KH Zainul Arifin merupakan Ketua PBNU, Perdana Menteri RI dan Ketua DPR-GR. 
Di antara jasanya adalah pada pembentukan pasukan semi militer Hizbullah. Kemudian menjadi panglimanya. 

KH Zainul Arifin mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional pada 4 Maret 1963.

 

6. KH Idham Chalid

 

Tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Juga sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR.

Selain sebagai politikus, KH Idham Chalid yang juga pernah menjadi Ketua Umum PBNU 1956-1984 ini merupakan pejuang kemerdekaan.

Atas jasanya, Kiai Idham ditetapkan sebagai pahlawan pada 8 November 2011.

 

7. KH As'ad Syamsul Arifin

 

Mediator berdirinya NU ini berperang melawan penjajah 1945-1949. Kiai As'ad pernah memimpin perjuangan bersenjata untuk merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Kiai As'ad juga bersama ulama NU membentuk Sabilillah dan Hizbullah. Bahkan Kiai As'ad menjadi pemimpin Sabilillah di Jawa Bagian Timur.

Kiai yang pernah menjabat sebagai Anggota Konstituante RI itu mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 3 November 2016.

 

8. KH Sam'un

Mulai tahun 1942 hingga tahun 1945, KH Syam’un bergabung menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA). Organisasi ini merupakan gerakan pemuda bentukan Jepang. Dalam PETA, jabatan KH. Syam’un adalah Dai Dan Tyo yang membawahi seluruh Dai Dan I PETA wilayah Serang.

 

Selama menjadi Dai Dan Tyo KH. Syam’un sering mengajak anak buahnya untuk memberontak dan mengambil alih kekuasaan Jepang. Keterlibatan KH. Syam’un dalam dunia militer mengantarkannya menjadi pimpinan Brigade I Tirtayasa Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian berganti menjadi TNI Divisi Siliwangi.

Ketua PCNU Serang itu merupakan pejuang melawan Penjajah 1945-1949.

Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 8 November 2018.

 

9. KH Masykur

 

Kiai Masykur merupakan ketua PBNU, anggota BPUPKI dan perumus dasar negara. Ia juga tercatat selaku pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi unsur laskar rakyat dan TNI di seluruh Jawa. Ketika pertempuran 10 November 1945, namanya muncul sebagai pemimpin Barisan Sabilillah.

Keterlibatannya dalam perjuangan kemerdekaan menonjol di zaman pendudukan Jepang, sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Ia mendapatkan gelar pahlawan Nasional  pada 8 November 2019.


*Diolah dari berbagai sumber.


Share :


Jazakalloh Khoir Telah Menjadi Bagian Jaringan Penyebar Media ARRISALAH.ID