Membentuk Generasi Cerdas, Sholeh, Muslih Waj'alna Lil Muttaqina Imama

 HIKAM IBN ATHAILLAH AS-SAKANDARI NO. 226

HIKAM IBN ATHAILLAH AS-SAKANDARI NO. 226

HIKAM IBN ATHAILLAH AS-SAKANDARI NO. 226

 

"العِلْمُ النَّافِعُ هُوَ الَّذِي يَنْبَسِطُ فِي الصَّدْرِ شُعَاعُهُ، وَيَنْكَشِفُ بِهِ عَنِ الْقَلْبِ قِنَاعُهُ."
“Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang cahayanya memancar luas di dalam dada, dan dengannya tersingkap tabir yang menutupi hati.”

 

Keterangan:

 

  • Hakikat ilmu adalah tidak ada istilah ilmu manfaat atau tidak manfaat, karena hakikat ilmu adalah bermanfaat dan yang menyenangkan. Sedangkan ilmu sihir, dan sejenisnya, hakikatnya adalah bukan ilmu, tapi tipu daya dan pembodohan.

 

  • Derajat ilmu itu sangat dipengaruhi oleh kemanfa'atannya. Sehingga kemudian terbagi menjadi ilmu Fardlu 'Ain dan ilmu Fardlu Kifayah. 

 

  • Dalam kondisi tertentu ilmu Fardlu Kifayah lebih dibutuhkan daripada ilmu Fardlu 'Ain. Seperti didaerah yang sudah banyak ulama, tapi semua dokternya non muslim semua yang tidak diterima persaksiannya secara syari'at.

 

  • Kadang ilmu yang dianggap ilmu dunia dan dipelajari oleh non muslim, justru menjadi ilmu pendukung ilmu syari'at dan sebaliknya. 

 

  • Orang yang mengenal Allah, ditangannya ilmu dunia akan menambahkannya lebih mengenal Allah. Sebaliknya, orang yang tidak mengenal Allah, ilmu syari'at ditangannya akan sekedar menjadi alat untuk mencapai tujuan-tujuan dunia semata.

 

  • Ulama yang menjadikan teks-teks agama untuk tujuan dunia, adalah seperti pengacara yang bermain-main dengan pasal-pasal dan undang-undang untuk memenangkan kepentingannya, bukan mencari kebenaran yang semestinya.

 

  • Bertambahnya ilmu ditangan orang yang hatinya tidak baik dan tidak mengenal Allah s.w.t., adalah seperti menyiramkan air pada buah Peria (حنظل), yang semakin banyak air disiramkan, maka akan semakin bertambah pahitnya.

 

  • Ilmu yang menerangi akal dan hati, akan senantiasa membawa pemiliknya semakin bertambah mengenal dan mendekat kepada Allah serta mewariskan khasyah (rasa takut) kepada Allah, sehingga semakin ta'at dan takut    maksi'at.

 

(Disarikan dari Ngaji Hikam. Ahad 4 Oktober 2026, Masjid Al-Habibul Musthafa, Pesantren Ar-Risalah Bandung Barat).***


Share :


Jazakalloh Khoir Telah Menjadi Bagian Jaringan Penyebar Media ARRISALAH.ID