بسم الله الرحمن الرحيم
SantriFriday, 30 June 2023 20:55 WIB

Ta’aruf Santri Baru, Abah Ingatkan Hal Ini untuk Seluruh Santri


Admin2  

Bandung Barat- Ar-Risalah Cisarua

 

Beberapa hari lalu, Pondok Pesantren Ar-Risalah mengadakan kegiatan Ta’aruf Santri Baru (Ta’sabar) pada Minggu (25/06) sampai Rabu (29/06).

 

Ta’sabar merupakan kegiatan masa pengenalan antar santri baru sekaligus pengenalan lingkungan pesantren yang dilaksanakan setiap setahun sekali. 

 

Dalam sambutannya, penanggung jawab penerimaan santri baru Ustadz Gari Abdul Jabbar menyampaikan kegiatan Ta’sabar diikuti oleh 80% santri baru yang telah terseleksi masuk ke Pondok Pesantren Ar-Risalah.

 

“Santri baru yang akan mengikuti kegiatan ta’sabar ini ada 36 orang, dari total pendaftar 56 orang yang dinyatakan masuk, sisanya akan datang setelah idul adha,” katanya.

 

Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Ar-Risalah Dr. KH. Mohammad Rofiqul A’la, Lc., MA. mengatakan bahwa beruntunglah bagi mereka yang telah dipilih oleh Allah bisa menitipkan anaknya mondok di pesantren.

 

“Saat ini tidak semua orang dipilih oleh Allah untuk menitipkan anaknya di pondok pesantren. Itu tidak akan terjadi tanpa pilihan Allah, dan orang-orang yang ada disini adalah orang-orang yang dikuatkan oleh Allah untuk menitipkan anaknya. Ketika anak sudah dipondok dan dimulai dari detik ini, maka berbahagialah, yakinlah pada satu perkara setiap detik waktu kita bernilai ibadah disisi Allah. Setiap waktu kita dinaungi oleh para malaikat. Kenapa harus bahagia? Karena mereka pewaris sejati Nabi Muhammad Saw,” ujarnya.

 

Acara Ta’sabar ini ditutup pada hari Rabu (28/06) bertempat di lantai utama Masjid Al-Habibul Musthofa Ar-Risalah dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon.

 

Dalam acara penutupan tersebut kepala sekolah PDF Wustha Ar-Risalah Ustadz Mohamad Rahmatuloh menyampaikan tiga pesan Abah.


“Kami selalu ingat tiga pesan Abah ketika kami melangsungkan acara pernikahan dan menurut kami ini sangat relevan dengan mondok. Pertama, Mondok itu merupakan sebuah tanggung jawab. Kedua, mondok itu sebuah pengorbanan. Dan ketiga, mondok itu harus menerima perbedaan,” kata Pria asal Sukabumi itu.

Selain itu, Kepala Sekolah PDF Ulya Ustadz R. Misbahuddin, Lc. juga memberikan motivasi agar seluruh santri baru bisa terus bersemangat dalam melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan belajar di Ar-Risalah.

 

Selanjutnya, pengasuh Pondok Pesantren Ar-Risalah Dr. KH. Mohammad Rofiqul A’la, Lc., MA. menyampaikan beberapa nasihat bagi santri baru sekaligus menutup rangkaian kegiatan Ta’sabar yang dilaksanakan selama kurang lebih 4 hari 3 malam.

 

“Kegiatan ini terjadi atas izin Allah, semua itu harus dijadikan pembelajaran. Hal yang bisa diambil yaitu pertama, untuk menjadi orang sukses itu harus ada usaha yang luar biasa. Kedua, untuk menjadi orang hebat harus ada pendamping yang hebat pula, ini menjadi modal awal untuk bersaing mengejar ketertinggalan. Kedepan, setelah tujuh sampai delapan tahun kita akan menjadi orang-orang hebat. Banyak dari kita yang tidak terpikirkan sebelumnya akan menjadi orang-orang besar. Disini kalian akan dididik untuk menjadi orang-orang hebat. Satu dari kalian akan dididik untuk menjadi seribu umat, orang-orang yang akan membawa perubahan. Syarat paling utama untuk menjadi orang hebat adalah orang yang ditengah-tengah masyarakat akan membawa perubahan,” kata Abah.

 

Lebih lanjut, Abah menegaskan “Kalian ini dengan kakak kalian atau dengan adik kelas kalian nanti adalah keluarga besar. Harus menanamkan persaudaraan yang kokoh. Haram, dosa menjadikan teman kita tidak betah di pondok. Saya tidak mau diantara kalian ada yang kelebihan sedangkan disamping kalian ada yang kekurangan.”

Abah juga meminta agar para santri selalu mendoakan guru-guru sebagai bentuk syukur.

“Kalian itu adalah santri, santri itu adalah orang yang berakhlak pada gurunya juga mendoakan guru dan orang tua kalian di tengah-tengah sholat malam. Jangan pernah merasa puas dengan ilmu, pendidikan ini baru dimulai, Kalian harus membawa gelas yang kosong dan membawa hati yang bersih,” pungkasnya.***